Seumur umur, baru ini pilpres Indonesia heboh begini. Benar benar pesta rakyat. Hadehh.. pesta disini maksudnya kayaknya seluruh masyarakat menggebu-gebu jadi sok tahu tentang kandidat capres, terus dengan semangat menularkan pengetahuannya ke orang lain. Ada yang asli tanpa polesan, karena bohong itu berdosa n dia takut Allah. Dan ada juga yang dipoles sampe aslinya gak tampak sama sekali. Hal ini berkaitan dengan cerita negatif atau juga positif, jadi yang dipoles bukan cerita positif aja.. huahh.. dan social media jenis apapun rameeeee ngomongin pilpres ini,, berita simpang siur mana yang benar mana yang tidak benar gak ketahuan.. aku mendadak pusing n bingung. Semua jadi sok tahu, padahal kebenaran belum pasti.. cerita cerita menyebar cepat. Opini opini para idola seolah jadi fakta. Kata sifat yang sifatnya subyektif jadi obyektif, yaaaaa si A wajib dianggap bersifat B oleh semua orang. Si C wajib dianggap bersifat D oleh semua orang. Konyol bukan. Hidup di tengah kebohongan deh jadinya.
Yang paling parah adalah, ini ramadhan, tapi berita bohong masih menyebaaaaarrr keeeemaaanaaaa manaaaaa.. gak takut dosa.. gak takut Allah. Seolah cara benar pasti kalah. Halal malah bawa masalah ntar dibelakang. Ramadhan euuyyy..
Mendadak jadi fanatik buta. Whatever people say, POKOKE capres favoritku pualing buaik sedunia. Ibarat angel. Tanpa cacat. Sampai kadang sebenarnya sih dia ngakui dalam hati kalo capres favoritnya itu agak aneh, "kok gitu ya" jarnya dalam hati. Tapi gengsi lah.. ini ibarat lagi taruhan pacuan kuda.. kudu menang. Kudu mendukung n yakin dalam hati supaya bisa menang. Konyol betul. Haiiihh.. kadang juga dalam hati ngakui, ih kok capres sebelah bagus ya,, kok banyak orang orang baik ndukung dia.. tapiii sekali lagi, karena gengsi, jadilah ogah mendukung..
Terusss adalagi yang paling konyol tentang pilpres kali ini adalah tidak imbangnya media, kredibilitas wartawan yang terkesan memihak sebelah.. ini yang paling parah n mengarahkan masyarakat jadi makin panas. Pilpres kali ini cuma ada dua kandidat presiden tapiiii bener bener ada dua kubu media.. yang mengakibatkan ada dua kubu masyarakat Indonesia. Bener bener beritanya, satu media terang terangan mengagungkan satu capres sampai sepanjang hari, semua halaman beritanya tentang kebaikan sang capres n sambil menjelekkan capres sebelah.. kualitas beritanya.... humm kalo dibaca jujur meragukan.. berat sebelah begitu. Gimana aku mo percaya coba berita macam begitu.. belum blog blog geje.. terus juga mendadak musim surat terbuka. (Ntar aku mo bikin surat terbuka juga ah)
Yang menyedihkan adalah, terbukanya aib para capres, cawapres beserta keluarganya. Kesian... jadinya nih capres jelek semua.. terus masing masing bilang ke kubu lawan, "capresmu kalo jelek begitu, apa pantas jadi presiden?" Lah bearti dua duanya gak ada yg cocok jadi presiden dong.
Terus lagi masalah asas pemilu yang LUBER, gak luber lagi sekarang, adanya mbleber.. hedddeeehhh... pasang ava dengan nomor idola. Atau gambar idola..
SeIndonesia gegap gempita dari artis tingkat keluarga sampai artis tingkat dunia ikut2 berheboh ria dengan euphoria pilpres..
Yaaaahhh dari semua ini, dari semua cerita ini yang kusayangkan adalah bahwa banyak orang yang lupa. Ahh mungkin bukan lupa tapi gak peduli. Bahwa....
1. Allah mengawasi
2. Bahwa Nabi berwasiat bahwa setelah beliau wafat, ikutilah para imam dan alim ulama.
3. Bohong tuh dosa
4. Fitnah lebih kejam dari membunuh
5. INI RAMADHAN....
Naudzubillah.. gak bergetar kah hati ingat itu semua... gak takut.. ikut ikutan euphoria malah kebablasan.
No comments:
Post a Comment